Assalammualaikum Bro and Sis
Pencari kerja
atau bisa dibilang sebagai jobseeker , sebutan yang tidak asing bagi kita yang
sedang mencari pekerjaan. Dalam islam mencari kerja sangatlah penting karena
Allah berfirman dalam surat Ar Rad ayat 11
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ
مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu
kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Qs. ar Ra’d : 11).
Nah bro and sis kita diberitahukan bahwa kita
sebagai umat mulsim atau manusia diharuskan terus berjuang dalam menjalankan
kehidupan. Salah satu bentuk perjuangan adalah mencari kerja bagi kita yang
belum mendapatkan pekerjaan . gimna sih cara kita agar sesuai dengan apa yang
Allah mau. Beberapa yang harus diperhatikan dalam menacari pekerjaaan.
1.
Setiap jiwa tidak akan mati sebelum rezekinya
telah Allah berikan semua.
“Saya takut
rezeki saya diambil orang”, “Allah kok belum beri saya rezeki”, “apa saya
sampai mati seperti ini ya”, wah yang terakhir itu sudah ektrim banget ya guys.
Nah kita mesti pahami betul bahwa Allah itu pasti ngasih rezeki kita, full
semua sesuai surat kontrak ( Bahasa kerjanya ), jadi semua rezeki kita itu pasti
Allah kasih. Allah itu tidak mempunyai kekurangan, tapi menurut saya Allah
punya 1 kekurangan, yaitu Allah ga bisa
ingkari janji-janjinya. Waaah kalua udah gitu mau gimana lagi kita selain
percaya 100% sama Allah.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ
نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ
وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ
أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ
إِلاَّ بِطَاعَتِهِ
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam
batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia
habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan
perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki
mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena
rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.”
(HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih.
Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).
2. Mencari rezeki dengan cara yang benar
Well
untuk penjelasan hadis sama dengan hadis diatas yaitu
Nah guys udah liatkan petunjuk yang diberikan ke
Allah. Ya untuk orang awam seperti kita mungkin belum ngerti seluruhnya akan
tetapi kita harus mencari tahu. Saya akan mencoba sedikit memberi tahu kepada
kalian walaupun ilmu saya belum begitu banyak,
Pertama-tama dan yang paling utama adalah bertakwa. Wah
ini kita yang belum begitu dekat dengan Allah mungkin merasa agak canggung yah
denger kata ini. Karena mungkin diri ini secara tidak langsung belum sempurna
menjalankan perintahnya sayapun merasakan seperti itu teman-teman. Kita memang
tidaklah sempurna dan suci, tapi kita harus berniat dan berusaha mensucikan
diri. Itu point yang penting, berusaha mensucikan diri yaitu mencoba dan
berusaha untuk ikuti perintahnya. Nah kalau itu temen-temen udah niatin dan
berusaha sekuat lakuin perintahnya. Insya Allah yang dibawah ngikut.
Salah satu perintah
Allah untuk kita nih yang lagi galau mencari pekerjaan adalah berikut.
a. Tidak meminta-minta padahal
masih mampu bekerja (tidak miskin)
b.
Tidak berharap kepada
Allah
c.
Perkerjaan yang tidak
menyengsarakan orang lain
Yuk kita bahas satu-satu
penjelasan di atas ,
a.
Jauhkan diri dari
pekerjaan memintah-minta
a. مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا
يَأْكُلُ الْجَمْرَ
“Barangsiapa meminta-minta
padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (HR.
Ahmad 4: 165. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat
dari jalur lain)
مَا
يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ
فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ
“Jika seseorang meminta-minta
(mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat
daging di wajahnya.” (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)
Begitu hebatnya ganjaran yang diberikan kepada kita yang
malas untuk bekerja dan lebih milih untuk meminta-minta. Dihari akhir nanti
tidak bisa dibayangkan rupa kita. Bekerjalah selagi kita bisa, jika perkerjaan
itu berat, itu lebih baik dari meminta-minta. Ane respect banget sama
orang-orang tua yang sudah mungkin tak pantas lagi untuk bekerja tapi mereka
masih berjuang mencari rezeki dengan cara yang halal.
Dalam kondisi tertentu kita yang masih mampu (tidak misikin),
diperbolehkan meminta-minta dengan kondisi tertentu, seperti yang diberitahukan
oleh hadist dibawah ini.
يَا
قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لاَ تَحِلُّ إِلاَّ لأَحَدِ ثَلاَثَةٍ رَجُلٍ
تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَهَا ثُمَّ
يُمْسِكُ وَرَجُلٍ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ
الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ
عَيْشٍ – وَرَجُلٍ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُومَ ثَلاَثَةٌ مِنْ ذَوِى
الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ لَقَدْ أَصَابَتْ فُلاَنًا فَاقَةٌ فَحَلَّتْ لَهُ
الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ
عَيْشٍ – فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبِيصَةُ سُحْتًا يَأْكُلُهَا
صَاحِبُهَا سُحْتًا
“Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta
itu tidak halal kecuali untuk tiga orang:
(1) seseorang yang
menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya,
(2) seseorang yang ditimpa
musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan
sandaran hidup, dan
(3) seseorang yang ditimpa
kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata,
‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya
meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup.
Meminta-minta selain ketiga hal
itu, wahai Qabishah adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan
harta yang haram.” (HR. Muslim no. 1044)
b. Tidak berharap kepada Allah
Wah ini perkara berat banget yah, gimana engga
kita ini makhluk ciptaan Allah, kok bisa sampe-sampe kita tidak berharap kepada
Allah. Yap bener ini bisa dikatakan adalah sirik, dosa besar. Saya tidak akan
panjang lebar membahas soal sirik. Tapi saya akan memberikan masukan kepada
teman-teman khusunya kepada diri saya sendiri. Coba mulai dari sekarang yah.
Kita niatkan semua kegiatan kita karena Allah. “wih berat nih” , memang awalnya
berat karena kita menyepelekan ini. Kok bisa sih berat dan sepele , padahal
kita hanya niatkan dalam hati berkata “ Karena Allah” ,”saya lakukan ini karena
Allah”,??? Dalam satu dua kali mungkin dapat kita lakukan, tapi apakah kita
bisa konstan, berkali-kali, setiap saat , atau ingat selalu, itu hal yang
menurut saya berat, karena itulah setiap muslim memang harus ingat selalu
kepada Allah.
Percaya , ketika Allah di panggil terus namanya.
Dijadikan terus alasan untuk menjalankan segala aktivitas, Allah pasti seneng.
Pasti senang , bahkan senengnya Allah itu, Allah pamerkan kita nih kepada para
malaikat, agar malaikat tahu dan malaikat mendoakan kita . “ ini hambaku, dia
niatkan seluruh aktivitasnya karena aku “, “aku mencintai hambaku, maka
cintailah dia wahai para malaikat”.
Saya gak percaya diri , sayakan ga begitu dekat
dengan Allah, gimana saya dapat cintanya Allah.
Anda masih bisa berjalan ? masih bisa bernapas ? masih bisa
makan ? masih bisa lakukan segala hal ? percayalah itu semua karena bentuk
cintanya, cintanya itu hebat ngalahin cinta manusia. Allah itu nunggu kita loh
, serius, saya ga bohong. Jika saja perbuatan kita itu langsung dibalas oleh
Allah, mungkin tubuh ini tidak sebagus sekarang, mungkin hati ini tidak bisa
lagi merasakan rahmatnya ( merasa bersalah karena sesuatu)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPoint ketiganya kak? Mungkin point kedua itu lebih kepada "Tidak Berharap Selain Kepada Allah".
BalasHapusTerimakasih atas informasinya