wah berat amat bahasannya , udah denger judulnya aja , nih yang nulis kayak ga berbuat dosa aja hehehehe. bukan seperti itu para sahabat calon hijrah. mimin juga sangatlah banyak berbuat dosa, dan untuk para pendosa seperti mimin yuk kita rubah bareng-bareng. langsung aja cekidot !
Pendosa terbaik
Pada dasarnya memang
tiada yang perlu kita resahkan, tidak ada yang perlu kita pikirkan,
bersenang-senanglah jika itu kau bisa lakukan, lakukan apa yang kau sukai,
pikirkan apa yang membuatmu bahagia, lupakan kesedihan, luapkan semua apa yang
kamu sukai, jangan terbatas oleh waktu yang akan terus berjalan.
Tapi teman, ku hanya
ingin memberikan sesuatu, apakah itu bertahan selamanya, apakah itu yang kita
inginkan, apakah hati kita benar menyukainya, apakah kita bahagia dengan itu
semua ? yah karena makna kebahagiaan berbeda dengan makna kesenangan.
Kesenangan akan datang kapanpun, dan akan hilang dalam waktu yang singkat, akan
tetapi bahagia akan bertahan ,dan terus bertahan walaupun kesedihan itu datang.
Kesedihan tidak akan datang selamanya, kesedihan akan singkat jika kau sudah
mendapat makna kebahagiaan. Kesedihan akan pergi dengan sendirinya. Karena dia
merasa lemah untuk kamu yang kuat, dia akan berpikir 2 kali untuk bertemu
kembali denganmu, karena dirimu telah bersama dengan kebahagiaan. Yah
kebahagiaan sejati tidak akan pernah hilang. Siapa itu kebahagiaan sejati ?
kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang datang karena rahmatnya.
Apakah diriku pantas mendapatkan itu
? pantas jika kau tahu betapa besar rahmatnya, pantas jika kau merasa telah
berdosa, pantas jika kau memang menyesali itu semua, pantas jika dirimu sadar
dan memaafkan diri sendiri. Pada dasarnya manusia akan terus berdosa, ia sadari
atau tanpa ia sadari. Sudah fitrahnya kita adalah mahluk yang penuh dengan
kekurangan dan lalai. Naah , akan tetapi Allah mengajarkan kita agar mengakui
dosa tersebut dan segera bertobat padanya. Inget loh, Allah aja tahu kita pasti
salah, Allah juga tahu kita ini pasti akan berbuat dosa, oleh karena itu Allah
menyuruh kita agar terus dan terus meminta maaf kepadanya, terus dan terus
memerlukanNya, terus dan terus rindu akanNya.
Oleh
Al-Ustadz
Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas
عَنْ أَنَسِ
بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : (( قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ
آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ
وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ
اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ
أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا
، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً )).
Dari Anas
bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam!
Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku
mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak
Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan
kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam !
Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi
kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan
sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh
bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].
Serius ?? beneran ! , gak bohong. Masalahnya
bukan karena hadist ataupun faktanya, tapi yakin engga ? karena keyakinan itu
yang membuat semua jadi terkabul, semua jadi mudah, semua jadi enteng dan semua
jadi tenang karena kita yakin sama Allah. Kalau ga percaya Allah maha
mengampuni. Faktanya kenapa kita masih tetap bisa hidup seperti sekarang? Pernah
ga sih bahwa keburukan yang kita lakukan itu jika orang lain tahu !, orang lain
gak akan suka dengan kita, orang lain ga akan nerima kita. Jika ada yang
menerima keburukan kita, karena Allah udah hadirkan sayang dan sabar ke orang
itu untuk kita. Sekali salah Allah maafin, dua kali salah, Allah maafin, tiga
kali salah Allah masih maafin dan keempat kali salah, Allah tegur kita. Kalau
negur kita juga ga akan parah-parah amat. Ga menghilangkan semua kenikmatan
kita, harusnya kalau kita salah yang sering dilakukan terus selama waktu yang
lama, seharusnya Allah marah ya, kita aja digituin orang pasti marah, gimana
engga, udah salah dan ga mau ngaku, sudah begitu bangga pula. Waah bener-bener
orang seperti kalau ada parah banget ( menurut kita sebagai manusia), beda
dengan Allah yang sabarnya itu bener-bner luas, Rahmatnya lebih luas dari apa
yang kita kira.
So, kalau sudah tahu apa yang mesti
kita lakukan?
1.
Jangan sampai tinggalkan solat, jangan sampai
ini penting banget nih. Dengan solat kita dapat terjaga oleh Allah dari
perbuatan yg Allah ga suka. Kok saya solat masih berbuat maksiat ? Allah ga jaga
dong ? . bukan masalah Allah ga jaga. Solatnya sudah bener atau belum.? Coba ikuti
solat yang di ajarkan nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2.
Coba sedikit demi sedikit belajar agama. Ya belajar
agama, wah udah ngedengernya aja udah bosen. Hehehehe. Ya sedikit aja gpp kok
ga lama-lama. Sehari 30 menit. atau minimal seminggu 2 jam. Waktu kita ada 168
jam/minggu, masa ga ada waktu buat belajar agama. Jadi coba sedikit demi
sedikit.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon
maaf, hehehe udah kayak ceramah agama. Inget ya saya hanya memberitahu. Saya adalah
mahluk yang berdosa juga seperti anda. Aib kita ditutupi Allah dan sungguh
beruntunglah kita. Karena tidak ada manusia yang suci, hanya manusia yang ingin
mensucikan diri.
Sumber:
https://almanhaj.or.id/3611-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas.html

Komentar
Posting Komentar