Langsung ke konten utama

Pendosa Terbaik


wah berat amat bahasannya , udah denger judulnya aja , nih yang nulis kayak ga berbuat dosa aja hehehehe. bukan seperti itu para sahabat calon hijrah. mimin juga sangatlah banyak berbuat dosa, dan untuk para pendosa seperti mimin yuk kita rubah bareng-bareng. langsung aja cekidot !


Pendosa terbaik

Pada dasarnya memang tiada yang perlu kita resahkan, tidak ada yang perlu kita pikirkan, bersenang-senanglah jika itu kau bisa lakukan, lakukan apa yang kau sukai, pikirkan apa yang membuatmu bahagia, lupakan kesedihan, luapkan semua apa yang kamu sukai, jangan terbatas oleh waktu yang akan terus berjalan.
Tapi teman, ku hanya ingin memberikan sesuatu, apakah itu bertahan selamanya, apakah itu yang kita inginkan, apakah hati kita benar menyukainya, apakah kita bahagia dengan itu semua ? yah karena makna kebahagiaan berbeda dengan makna kesenangan. Kesenangan akan datang kapanpun, dan akan hilang dalam waktu yang singkat, akan tetapi bahagia akan bertahan ,dan terus bertahan walaupun kesedihan itu datang. Kesedihan tidak akan datang selamanya, kesedihan akan singkat jika kau sudah mendapat makna kebahagiaan. Kesedihan akan pergi dengan sendirinya. Karena dia merasa lemah untuk kamu yang kuat, dia akan berpikir 2 kali untuk bertemu kembali denganmu, karena dirimu telah bersama dengan kebahagiaan. Yah kebahagiaan sejati tidak akan pernah hilang. Siapa itu kebahagiaan sejati ? kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang datang karena rahmatnya.

            Apakah diriku pantas mendapatkan itu ? pantas jika kau tahu betapa besar rahmatnya, pantas jika kau merasa telah berdosa, pantas jika kau memang menyesali itu semua, pantas jika dirimu sadar dan memaafkan diri sendiri. Pada dasarnya manusia akan terus berdosa, ia sadari atau tanpa ia sadari. Sudah fitrahnya kita adalah mahluk yang penuh dengan kekurangan dan lalai. Naah , akan tetapi Allah mengajarkan kita agar mengakui dosa tersebut dan segera bertobat padanya. Inget loh, Allah aja tahu kita pasti salah, Allah juga tahu kita ini pasti akan berbuat dosa, oleh karena itu Allah menyuruh kita agar terus dan terus meminta maaf kepadanya, terus dan terus memerlukanNya, terus dan terus rindu akanNya.









Oleh
Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : (( قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً )).

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

Serius ?? beneran ! , gak bohong. Masalahnya bukan karena hadist ataupun faktanya, tapi yakin engga ? karena keyakinan itu yang membuat semua jadi terkabul, semua jadi mudah, semua jadi enteng dan semua jadi tenang karena kita yakin sama Allah. Kalau ga percaya Allah maha mengampuni. Faktanya kenapa kita masih tetap bisa hidup seperti sekarang? Pernah ga sih bahwa keburukan yang kita lakukan itu jika orang lain tahu !, orang lain gak akan suka dengan kita, orang lain ga akan nerima kita. Jika ada yang menerima keburukan kita, karena Allah udah hadirkan sayang dan sabar ke orang itu untuk kita. Sekali salah Allah maafin, dua kali salah, Allah maafin, tiga kali salah Allah masih maafin dan keempat kali salah, Allah tegur kita. Kalau negur kita juga ga akan parah-parah amat. Ga menghilangkan semua kenikmatan kita, harusnya kalau kita salah yang sering dilakukan terus selama waktu yang lama, seharusnya Allah marah ya, kita aja digituin orang pasti marah, gimana engga, udah salah dan ga mau ngaku, sudah begitu bangga pula. Waah bener-bener orang seperti kalau ada parah banget ( menurut kita sebagai manusia), beda dengan Allah yang sabarnya itu bener-bner luas, Rahmatnya lebih luas dari apa yang kita kira.

So, kalau sudah tahu apa yang mesti kita lakukan?
1.      Jangan sampai tinggalkan solat, jangan sampai ini penting banget nih. Dengan solat kita dapat terjaga oleh Allah dari perbuatan yg Allah ga suka. Kok saya solat masih berbuat maksiat ? Allah ga jaga dong ? . bukan masalah Allah ga jaga. Solatnya sudah bener atau belum.? Coba ikuti solat yang di ajarkan nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2.      Coba sedikit demi sedikit belajar agama. Ya belajar agama, wah udah ngedengernya aja udah bosen. Hehehehe. Ya sedikit aja gpp kok ga lama-lama. Sehari 30 menit. atau minimal seminggu 2 jam. Waktu kita ada 168 jam/minggu, masa ga ada waktu buat belajar agama. Jadi coba sedikit demi sedikit.

Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf, hehehe udah kayak ceramah agama. Inget ya saya hanya memberitahu. Saya adalah mahluk yang berdosa juga seperti anda. Aib kita ditutupi Allah dan sungguh beruntunglah kita. Karena tidak ada manusia yang suci, hanya manusia yang ingin mensucikan diri.




Sumber: https://almanhaj.or.id/3611-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas.html

Komentar